Arsitektur umum sebuah Datawarehouse
Pendekatan multi tier pada datawarehouse menunjukkan bahwa data itu datangnya dari banyak sumber dan sangat mungkin memiliki banyak bentuk, Pendekatan multi tier ini menyediakan sebuah sistem menyeluruh untuk digunakan dalam mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Komponen utama dari Arsitektur ini adalah:
- Source System dimana data tersebut berasal
- Extraction, Tranasformation, and Load (ETL) memindahkan data dari beberapa penampungan data yang berbeda.
- Central Repository adalah tempat penyimpanan utama bagi data warehouse
- Metadata Repository menggambarkan apa yang tersedia dan dimana data tersebut tersedia
- Data Marts menyediakan akses yang cepat dan akses khusus bagi end user dan aplikasi.
- Operational Feedback mengintegrasikan pengambil keputusan dengan sistem operasional
- End user adalah alasan utama untuk membangun data warehouse
Satu atau lebih dari komponen tersebut diatas berada secara virtual pada setiap system yang disebut dengan Datawarehouse. komponen-komponen tersebut adalah sebuah building blocks dari seluruh pengambil keputusan yang berada pada organisasi.
Data itu mengalir seperti aliran air, data bermulai dari sebuah source system dan mengalir melalui komponen-komponen pada datawarehouse dan pada akhirnya mengantarkan informasi yang berharga bagi para penggunanya (end users). komponen-komponen ini terletak pada sebuah pondasi teknologi yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan jaringan (networks); infrastruktur ini harus cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan dari pengguna (end user) dan siap untuk menghadapi pertumbuhan data serta kebutuhan proses tambahan yang seringkali tidak terduga di awal.
Arsitektur Data
Pengenalan
Ada banyak bentuk berbeda dari data yang disajikan pada komputer, level yang berbeda dari data mencerminkan abstraksi yang berbeda-beda, seperti pada gambar dibawah ini:
- Tingkatan Business Rules, disini kita bicara: informasi apa yang kita dapat dari data yang kita miliki
- Tingkatan Meta Data, disini kita bicara tentang Logical Model dan Mapping ke Physical Sources
- Tingkatan Skema Database, disini kita bicara tentang layout dari data, seperti: Table, Field, Index, dan Data Type
- Tingkatan Rangkuman Data, disini kita bicara rangkuman Informasi berdasarkan Siapa, Apa, Kapan, dan Dimana
- Tingkatan Data Operasional, Disini kita bicara Siapa, Apa, Kapan, Dimana.
Tingkatan Abstraksi Data adalah karakteristik penting dari data yang digunakan pada data mining, apabila pada system yang ter-design dengan baik, sangat dimungkinkan untuk melakukan penelusuran (drill-down) melalui tingkatan-tingkatan ini guna untuk memperoleh data dasar yang mendukung kita untuk membentuk sebuah summarization atau business rule.
Makin kebawah, volume datanya semakin besar, volume data yang besar itu adalah urusan database management system, makin ke atas, volume datanya semakin kecil, dan ini menjadi urusan perangkat lunak komputer (misal reporting system atau dashboard system). Mana tingkatan yg lebih penting? semuanya penting
karena kita tidak menginginkan menganalisa data yang rinci, untuk mendapatkan apa yang sudah kita ketahui sebelumnya.
Data Warehouse bagi Bisnis #6
Kegagalan Sistem Pendukung Keputusan di masa lalu
Saya memiliki sedikit cerita, semoga menarik.. ![]()
Marketing Department pada perusahaan anda telah memperhatikan kinerja di daerah luar pulau jawa, dan dari laporan penjualan bulanan ini, omsetnya sangat menurun drastis. Kemudian direktur marketing tampak seperti kebakaran jenggot meminta beberapa laporan dari IT Department untuk menganalisis kinerja selama dua tahun terakhir, membandingkan produk satu dengan produk lainnya, serta membandingkan omset dan target bulanan. Direktur Marketing tersebut ingin membuat sebuah keputusan strategis dengan cepat demi memperbaiki situasi penjualan yang terus melorot.
Direktur Accounting yang membawahi IT Department memerintahkan IT Manager untuk memberikan laporan sesegera mungkin, IT Manager tersebut menemui anda dan memerintahkan anda untuk menghentikan segala aktivitas anda dan fokus kepada membuat laporan yang diinginkan oleh Direktur Marketing, dan sialnya pada saat itu tidak ada laporan yang dibuat berkala oleh system yang ada untuk Marketing Department yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan mereka, dan ternyata anda harus melakukan rekap data dari beberapa system / program yang ada demi membuat laporan yang diinginkan oleh Direktur Marketing., apakah hal ini terdengar tidak asing bagi anda? ![]()
Beberapa dari anda yang memulai karir di bidang teknologi informasi biasanya mengalami hal seperti ini. Kadang kala dengan mudah kita mendapatkan apa yang dibutuhkan karena informasi yang dibutuhkan ada di dalam database atau sebuah file, tapi seringkali anda tidak seberuntung itu, demi mendapatkan informasi yang dibutuhkan, anda harus membuka beberapa aplikasi yang kadang-kadang platformnya saja sudah berbeda. Okay singkat cerita, anda mampu membuat laporan sesuai dengan apa yang mereka minta.
Data Warehouse bagi bisnis #5
Peluang dan Resiko
Kita telah membahas krisis informasi yang terjadi pada setiap perusahaan, dan memahami bahwa dengan data operasional yang berlimpah dalam sebuah perusahaan sering kali tidak memenuhi apa yang di butuhkan untuk membuat sebuah keputusan strategis.
Mumpung kita masih membahas kebutuhan perusahaan tentang informasi bersifat strategis yang terus meningkat , mari kita coba ajukan beberapa pertanyaan dasar
- Apa peluang yang mungkin tersedia bagi perusahaan apabila perusahaan memiliki dan menggunakan Informasi bersifat strategis ?
- Apa ancaman dan resiko yang dihasilkan dari kekurangan informasi strategis yang dibutuhkan oleh perusahaan?
Data Warehouse Bagi Bisnis #4
Trend Teknologi
Bagi mereka yang telah bekerja di sektor Teknologi Informasi sejak dua atau tiga dekade yang lalu, pasti mereka telah menjadi saksi perubahan pergerakan teknologi informasi yang terjadi, misalnya, nama departemen komputer pada perusahaan, dari yang awalnya adalah "Data Processing Department" berubah ke "Management Information System Departement", kemudian seiring dengan perkembangan teknologi namanya berubah menjadi "Information System Department" dan untuk yang terakhir saat ini adalah "Information Technology Department"
Seluruh spektrum komputasi telah mengalami perubahan yang signifikan, fokus komputasi itu sendiri telah berubah selama bertahun-tahun. Cara lama sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan baru, pre-formatted report seringkali sudah tidak layak untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, mereka butuh lebih dari ini.
Sepanjang tahun ke belakang, harga processor menjadi semakin murah, media penyimpanan juga menjadi semakin murah, bandwith internet semakin kencang dan menjadi semakin murah (saya menulis blog ini hanya bermodal koneksi internet unlimited Rp. 25.000,- / bulan dengan kecepatan terendah di 64 Kb/s
thanks to kartu 3)
Data Warehouse bagi Bisnis #3
Krisis Informasi pada Perusahaan
Anda mungkin bekerja sebagai seorang tenaga ahli di departemen Teknologi Informasi pada sebuah perusahaan, terlepas besar atau kecilnya perusahaan tersebut. Sehari-harinya anda pasti memikirkan memikirkan berbagai aplikasi yang terinstall di komputer perusahaan anda.
Apakah anda tahu tentang:
- Berapa banyak data pelanggan yang berharga dari tahun ke tahun tersimpan?
- Berapa banyak data keuangan yang juga berharga tersimpan dari tahun ke tahun?
- Dimana semua data ini berada? Pada satu platform? di dalam sistem warisan pendahulu anda? di dalam file Microsoft Office? atau di dalam aplikasi client / server?
Sering kali kita dihadapkan dengan dua fakta yang ternyata mengejutkan:
- Sejatinya Organisasi anda memiliki banyak data
- Sumber daya teknologi informasi dan system yang tidak efektif untuk mengubah data yang ada menjadi sebuah informasi bersifat strategis yang berguna.
Data Warehouse bagi Bisnis #2
KEBUTUHAN INFORMASI BERSIFAT STRATEGIS YANG TERUS MENINGKAT
Sambil kita membahas tuntutan perusahaan untuk mendapatkan informasi bersifat strategis, kita butuh untuk melihat krisis informasi yang menahan mereka untuk tumbuh, dan trend teknologi yang digunakan untuk mendukung mereka menyediakan informasi yang bersifat strategis.
Pembahasan kita tentang kebutuhan informasi bersifat strategis tidak akan selesai kecuali kita mempelajari keuntungan yang bisa diperoleh dengan menyediakan informasi yang bersifat strategis, serta resiko yang harus dihadapi oleh perusahaan yang tidak memiliki informasi yang berguna.
Siapa yang butuh informasi strategis didalam perusahaan?
Apa sebenarnya yang kita maksud dengan informasi bersifat strategis?
Para eksekutif dan para manager yang bertanggung jawab dalam menjaga perusahaan supaya tetap kompetitif, adalah mereka yang membutuhkan informasi untuk mengambil keputusan yang tepat. Mereka membutuhkan informasi bersifat strategis tersebut untuk memformulasikan strategi bisnis, mencapai tujuan, merancang sasaran, dan memantau hasilnya.
Data Warehouse bagi Bisnis #1
Tujuan:
- Memahami kebutuhan mendesak memiliki informasi yang bersifat strategis
- Mengenali krisis informasi pada setiap organisasi / perusahaan
- Mampu membedakan antara system operasional dan system informasi
- Belajar memahami kenapa seluruh usaha yang dilakukan untuk menyediakan informasi strategis pernah gagal
- Mampu melihat secara jelas kenapa data warehouse adalah merupakan solusi yang baik.
Kebutuhan penting untuk membangun data warehouse
Sebagai seorang IT Profesional, anda telah mungkin pernah bekerja sebagai seorang analyst, programmer, designer, developer, database administrator ataupun project manager.
Anda telah banyak terlibat pada perencanaan System, implementasi system dan pemeliharaan system yang telah mendukung operasi bisnis anda setiap harinya. Bergantung kepada industri yang telah anda masuki, anda pasti pernah terlibat pada software aplikasi seperti order processing, general ledger, inventory, billing, checking account, insurance claim dan lainnya.
Aplikasi-aplikasi tersebut adalah System yang sangat penting dalam menjalankan bisnis. Aplikasi tersebut memproses order anda, menjaga inventory anda, menyimpan transaksi akunting anda, melayani client anda, menerima pembayaran dari client / customer anda dan memproses klaim yang diajukan client atau customer anda.
Tanpa system ini, jarang ada bisnis modern dapat bertahan hidup karena komplektivitas proses yang harus dilakukan secara manual oleh karyawan perusahaan yang menjalankan bisnis tersebut.



















