Perjuangan seorang Suthasinee Noi-in untuk anak-anak

mae toiSuthasinee Noi-in atau yang lebih dikenal sebagai Mae Tew (Mae = Mama / Ibu dalam bahasa Thailand), adalah seorang wanita berumur 55 Tahun yang mengabdikan dirinya lebih dari setengah umurnya untuk merawat anak-anak yang mengalami infeksi HIV, Kekerasan Seksual, terjerumus dalam prostitusi, serta kecanduan obat terlarang.

Mae Tew, merupakan seorang “ibu” dari 112 orang anak-anak yang diasuhnya, beliau mendirikan yayasan Suthasinee Noi-in Foundation for Children and Youth (3 Moo 12, Ban Prachasawan, Tambon Tadthong, Muang, Yasothon province, 04-572-2241) dari bantuan Kedutaan Besar Jepang yang berada di Thailand.

Anak-anak asuhnya sangat menyadari perjuangan Mae Toi bagi kehidupan mereka, terlebih mereka yang menjadi anak asuh dari Mae Tew pada awal-awal perjuangannya yang sempat merasakan harus mencari serangga untuk makanan mereka.

Pada tahun 2000 Mae Tew di diagnosa menderita penyakit kanker, dan dokter mengatakan bahwa Mae Tew tidak akan hidup lebih dari 6 Bulan, kemudian beliau membuat surat wasiat agar Catholic Pracha Pipat Foundation mewarisi Rumah Singgah yang dimilikinya serta bertanggung jawab untuk merawat seluruh anak-anak di sana.

Tetapi setelah delapan tahun berjalan, Mae Tew masih hidup dan melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya dalam merawat anak-anak yang diasuhnya. Dalam kurun waktu itu beliau tidak pernah lagi datang ke rumah sakit di mana beliau divonis akan meninggal dalam 6 bulan semenjak didiagnosa.

Suatu hari dokter yang pernah merawatnya datang kepadanya dan melihat Mae Tew masih hidup dan menatap Mae Tew sambil setengah tidak percaya berkata “Bagaimana caranya anda masih tetap hidup?“ cerita Mae Tew sambil tertawa, kemudian Mae Tew berkata “‘Secara pribadi, saya tidak percaya pada diagnosa medis, Saya percaya bahwa hidup terus terjadi jika kita memiliki semangat yang kuat [Untuk berjuang] melawan penyakit.”

Saat ini beliau sangat bahagia dengan kehidupannya, tawa kegembiraan anak-anak asuhnya merupakan obat yang sangat mujarab dalam membantunya tetap bertahan hidup melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Thai Life Insurance kemudian mengabadikan kisah luar biasa ini ke dalam salah satu iklannya.

Sebuah iklan yang bercerita tentang seorang wanita yang mengambil anak-anak jalanan dan memeliharanya dengan perjuangan yang luar biasa. Dalam iklan tersebut, kita melihat adegan beliau bermain dengan anak-anak, berlari ke laut dan memainkan gitar dan menyanyikan lagu-lagu ceria untuk anak-anak itu.

Iklan Thai Insurance yang terinspirasi dari kisah hidup Shutasinee Noi-In / Mae Toi

Iklan ini memiliki kekuatan moral yang sangat luar biasa, terlebih diiringi petikan gitar dari duo Dapapepe yang berjudul Kazamidori menjadikan iklan ini sangat hidup.

Di iklan ini nama wanita itu adalah Mae Toi, konon ini disebabkan karena aturan yang berlaku di Thailand tidak memperbolehkan sebuah iklan menggunakan nama asli.

A life that is worth not is wealthy life, not a long life, nor a honorable life, but the life that you are, is a “worthy life” and a life that makes other people “worthy” also.

Sebuah hidup yang berharga bukanlah hidup yang kaya raya, bukan umur yang panjang, bukan hidup yang terhormat, tapi hidupmu, ialah “hidup yang berharga” dan sebuah kehidupan yang membuat orang lain merasa “berharga.”

Ketika orang-orang mulai berpikir kalau hidup itu sulit, maka mereka akan putus asa dan mulai melakukan hal-hal  yang merugikan orang lain atau dirinya sendiri, sadarkah anda kalau hidup kita ini mampu membuat orang lain bahagia?

sumber referensi:

1 Comment

  1. Thank goodness

    this Informative post can be interesting as well as well-defined. Other people I’ve read created me really feel like I needed the degree to decipher them. Thank you.
    ;)

Leave a Reply